top of page

Jenis-Jenis Fraud yang Perlu Diwaspadai Perusahaan di 2026

  • Writer: Khaira Ulfia Sabil
    Khaira Ulfia Sabil
  • Jan 8
  • 2 min read

Perkembangan teknologi digital, AI, dan sistem transaksi online membawa banyak kemudahan bagi bisnis. Namun di sisi lain, perubahan ini juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melakukan berbagai bentuk penipuan dengan cara yang semakin canggih. Memasuki tahun 2026, fraud tidak lagi dilakukan secara manual atau sporadis, melainkan terstruktur, otomatis, dan sering kali sulit dibedakan dari aktivitas bisnis yang sah.


Berbagai sektor seperti perbankan, fintech, e-commerce, hingga perusahaan berbasis digital kini menghadapi risiko fraud yang semakin kompleks. Karena itu, memahami jenis-jenis fraud yang berpotensi terjadi menjadi langkah awal yang penting agar perusahaan dapat menyiapkan perlindungan yang lebih tepat.


Pencurian Identitas (Identity Theft)

Pencurian identitas masih menjadi salah satu ancaman terbesar, terutama dengan berkembangnya teknik social engineering berbasis AI dan deepfake. Pelaku mencuri data pribadi seperti identitas, informasi rekening, hingga kredensial login, lalu menggunakannya untuk mengajukan pinjaman, membuka akun keuangan, atau melakukan transaksi ilegal atas nama korban. Dampaknya tidak hanya kerugian finansial, tetapi juga rusaknya reputasi dan kepercayaan terhadap sistem perusahaan.


Business Email Compromise (BEC)

BEC merupakan salah satu fraud paling merugikan bagi perusahaan. Pelaku menyamar sebagai eksekutif, vendor, atau mitra bisnis untuk menginstruksikan transfer dana atau meminta informasi sensitif. Karena memanfaatkan kepercayaan dan konteks bisnis yang realistis, fraud ini sering lolos dari deteksi teknis jika tidak didukung kesadaran karyawan dan prosedur verifikasi yang jelas.


Fraud Donasi dan Amal

Penipuan berkedok donasi memanfaatkan empati dan situasi krisis. Pelaku membuat organisasi palsu atau kampanye fiktif untuk mengumpulkan dana, sering kali melalui media sosial dan platform crowdfunding.


Fraud Pembayaran Online

Penipuan pada sistem pembayaran online mencakup pengambilalihan akun, manipulasi gateway pembayaran, hingga penyalahgunaan skema cicilan digital. Serangan ini memanfaatkan celah autentikasi dan lemahnya pengamanan akun pengguna. Keamanan identitas dan autentikasi berlapis menjadi faktor krusial untuk meminimalkan risiko fraud jenis ini.


Fraud Kartu Kredit dan Transaksi Digital

Meningkatnya transaksi online membuat fraud kartu kredit tetap relevan hingga 2026. Penipuan sering terjadi pada transaksi tanpa kartu fisik (card-not-present), seperti belanja e-commerce, langganan digital, dan pembayaran mobile. Pelaku memanfaatkan data kartu yang bocor untuk melakukan transaksi cepat sebelum terdeteksi. Tanpa sistem pemantauan transaksi secara real-time, fraud jenis ini bisa menguras dana perusahaan maupun pelanggan dalam waktu singkat.


Fraud Asuransi

Fraud asuransi dilakukan dengan cara mengajukan klaim palsu, melebihkan nilai kerugian, atau merekayasa kejadian tertentu. Jenis fraud ini sering terjadi di sektor kesehatan, kendaraan, dan ketenagakerjaan. Tanpa analisis pola klaim dan deteksi anomali yang memadai, perusahaan asuransi maupun pihak terkait berisiko mengalami kerugian berulang.


Mengapa Perusahaan Perlu Memahami Berbagai Jenis Fraud Ini?

Memahami pola fraud bukan hanya soal pencegahan kerugian finansial, tetapi juga bagian dari upaya menjaga reputasi, kepatuhan regulasi, dan kepercayaan pelanggan. Di era digital dan AI, pendekatan reaktif tidak lagi cukup. Perusahaan perlu beralih ke strategi yang lebih proaktif, terukur, dan berkelanjutan.


Kesimpulan

Memasuki 2026, fraud akan semakin canggih, cepat, dan sulit dideteksi. Perusahaan yang tidak mempersiapkan diri berisiko menghadapi kerugian besar, baik secara finansial maupun reputasi. Dengan pemahaman yang tepat tentang jenis-jenis fraud dan pendekatan keamanan yang modern, risiko tersebut dapat dikelola dengan lebih baik.


Meta Wangsa Solusi (MWS) menyediakan layanan Cybersecurity dan Cloud Managed Service untuk membantu perusahaan membangun sistem perlindungan yang lebih siap menghadapi ancaman digital modern.



📩 Hubungi tim MWS disini atau melalui email relation@meta-solusi.co.id untuk mendapatkan konsultasi gratis.

bottom of page